Kerajaan Ekspatria Di Cikarang

Jika dilihat tempat hiburan malam di daerah Cikarang, memang tak jauh berbeda dengan tempat hiburan di kota-kota lain. Yang membedakan lokasi ‘hiburan plus’ yang tak jauh dari mall Lippo Cikarang itu adalah pengunjungnya rata-rata adalah kaum ekspatriat dari Korea dan juga Jepang.

Ada dua tempat yang sangat terkenal, yang menjadi tempat favorit kaum ekspatriat tersebut, yaitu Jalan Singaraja dan Ruko Thamrin. Dua tempat ini dikenal warga Cikarang sebagai kampung Korea.

ekspatria

Salah satu tempat karaoke di Jalan Singaraja, yang diberi nama ‘Element karaoke’ cukup ramai di kunjungi oleh kaum ekspatriat ini. Harganya cukup fantastis memang. Bisnis karaoke plus-plus ini memiliki harga paket dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta setiap dua jamnya.

“Paket ini sudah termasuk LC dan minuman. Beda harga beda LC, kalau 1,2 juta kami kasih LC 2 dan tempatnya medium. Kalau yang paling mahal LC 6 ruangan lebih besar,” kata seorang pria yang berada di meja resepsionis, saat merdeka.com menyambangi tempat hiburan tersebut, Jumat (26/9) lalu.

Pria tersebut pun mengantarkan untuk melihat-lihat ruang karaoke. Sejumlah wanita cantik yang akan menemani para tamunya telah berbaris dalam satu ruangan. Ruangan karaoke memiliki desain khas negeri ginseng. Dengan cahaya yang minim, ruangan ini sangat nyaman untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman.

“LC kita cewek Korea made in Cikarang, alias lokal tapi bergaya cewek-cewek Korea,” canda sang Resepsionis.

Pria ini menjelaskan, awalnya tempat karaoke tersebut memang menawarkan wanita penghibur asal Korea. Namun karena masalah surat izin tinggal, kini wanita lokal pun diberdayakan untuk menggantikannya.

“Paling ada musimnya wanita Korea kita sajikan. Karena ngurus surat-suratnya agak susah. Jadi pake cewek lokal bergaya cewek korea aja,” ucapnya.

Namun demikian pria bergaya gemulai ini menampik, bila tempat tersebut bisa dijadikan tempat mesum. Dia mengatakan, jika untuk berbuat mesum LC tersebut bisa dibawa ke hotel dengan tarif yang sudah dibicarakan.

“Di sini gak bisa buat mesum. Kalau cocok, suka sama suka bawa keluar saja. Tapi kena cas juga dong buat saya,” ucapnya sambil tertawa.

Selain tempat karaoke, juga disediakan pijat plus-plus dengan papan nama bertuliskan huruf Korea. Tempat pijat ini tentu mempunyai fasilitas yang berbeda dengan pijat plus-plus di tempat lain.

“Kita ada sauna, lulur Korea style itu lulurannya pakai susu terus ada teh hijau. Tergantung paket, paling mahal 300 ribu. Ada pijat vitalitas juga,” kata seorang perempuan, sambil menerangkan kelebihan tempat pijat tersebut.

Tampilan dalam panti pijat plus-plus ini memiliki banyak pajangan dan hiasan bertuliskan huruf Korea. Namun demikian, di tempat ini Anda juga tidak akan menemukan gadis Korea yang dijadikan sebagai terapis.

“Cantik-cantik kok. Nanti boleh milih yang mana yang suka. Rata-rata masih umur 20-an lah,” jelas perempuan tersebut.

Wanita ini mengaku, rata-rata sebagian besar pelanggannya adalah laki-laki Korea yang pulang dari tempat kerjanya. Kendala bahasa memang menjadi faktor utama antara pelanggan dan si terapis.

“Tapi sedikit-sedikit terapis saya bisa bahasa Korea. Yang lain gak ada kendala, semua oke-oke aja,” tandasnya.

(Visited 3,573 times, 8 visits today)

Related posts